top of page

Makan Daging Masa Jawa Kuno

Daging apa saja yang dimakan orang Jawa kuno?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ayam dan Babi dalam relief Karmawibhangga di kaki Candi Borobudur.

27 Feb 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Mei

JAMUAN mereka sering kali sangat bersahaja, terdiri dari domba, kambing, atau seperempat sapi dan kerbau panggang. Dengan itu mereka mengadakan pesta besar-besaran.


Nasi ditumpuk begitu tinggi, setinggi bahu orang yang duduk bersila. Ayam dan unggas panggang, serta berbagai jenis makanan kering dari daging lembu, ditumpuk sebanyak-banyaknya, di mana-mana. Seolah itu merupakan pemborosan yang nista.


Namun tidaklah demikian. Begitu raja dan kaum bangsawan selesai makan, sisanya dipindahkan bersama tikarnya. Lalu diberikan semuanya kepada para pelayan raja. Bagi kaum bangsawan, jika ada yang tersisa, mereka membawanya pulang untuk dinikmati bersama anak-anak mereka atas tanggungan raja.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page