top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Planetarium Ambisi Sukarno Menguak Rahasia Angkasa

Sukarno menggagas Planetarium untuk mengikis takhayul tentang peristiwa di angkasa yang masih dipercaya rakyat Indonesia.

7 Jan 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi Sukarno dan planetarium. (Gun Gun Gunadi/Historia.ID).

Diperbarui: 11 Jun 2025

PLANETARIUM di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, terlihat kuno di antara bangunan tinggi di belakangnya. Kubahnya berwarna putih dan tampak kusam. Catnya sedikit mengelupas. Ia telah berusia 50 tahun pada November 2018, tapi masih mempunyai daya pikat.   

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page