top of page

Raja-raja Awal Nusantara yang Berkurban

Raja-raja awal Nusantara melakukan kurban hewan. Berkaitan dengan kepercayaan Weda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi sapi sebagai hewan kurban. (Mohammed Anwarul Kabir Choudhury/123rf.com).

1 Agu 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

KURBAN hewan muncul dalam beberapa prasasti yang dikeluarkan kerajaan-kerajaan awal di Nusantara. Seperti Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai Kartanegara, Prasasti Tugu dari Kerajaan Tarumanegara, dan Prasasti Dinoyo dari Kerajaan Kanjuruhan, Jawa Timur.


"Dalam Prasasti Yupa dan Prasasti Tugu dikisahkan pengurbanan lembu dan jumlahnya fantastis," kata Dwi Cahyono, arkeolog dan dosen sejarah Universitas Negeri Malang, kepada Historia.ID.


Dalam salah satu Prasasti Yupa yang ditemukan di Muarakaman, Kalimantan Timur, disebutkan Raja Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana untuk upacara di tanah suci bernama Vaprakeswara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page