- 11 Agu 2025
- 2 menit membaca
SUASANA tahun baru masih kental terasa. Maklum, tahun 1923 baru beberapa hari dimulai. Maka nongkrong sambil minum bir dan mengobrol santai menjadi pilihan bagi sekelompok sersan tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL) di Bandung.
Minum bir menjadi kebiasaan para serdadu KNIL di Bandung. Kegiatan itu termasuk bagian dari relaksasi yang menjadi kebutuhan mereka sekalipun di masa damai. Sekelompok sersan tadi lalu memilih tempat untuk minum bir tak jauh dari tempat kerja mereka. Sembari minum bir, mereka mengobrol santai.
Pada gelas bir pertama, isi kepala para sersan itu menjadi enteng. Hidup terasa ringan setelahnya. Setelah gelas bir kedua, mereka sudah terpikir untuk membuat klub sepakbola yang isinya para bintara atau setidaknya serdadu yang menjadi bawahan mereka. Setelah gelas bir ketiga mereka minum, mereka makin serius dengan pembicaraan mereka: uang terkumpul untuk membeli bolanya dan mereka sepakat bertemu kembali pada 29 Februari 1923.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















