top of page

Romansa Bung Karno dan Kartini Manoppo

Mereka bertemu di angkasa Indonesia. Lukisan Basoeki Abdullah menumbuhkan cinta Sukarno terhadap Kartini Manoppo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno dan Kartini Manoppo. (Majalah Info, No. 78, 31 Juli 1978).

14 Feb 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

DARI Bandara Kemayoran, Jakarta Presiden Sukarno menumpang pesawat Garuda. Waktu itu Bung Karno punya agenda ke Jawa Timur karena hendak meresmikan pabrik tenun di Batu Ceper, Malang. Salah seorang kru pesawat bernama Kartini Manoppo melayani penerbangan itu selaku pramugari.


“Tidak ada kesan istimewa. Kecuali setelah selesai perjalanan itu saya mendapat kenang-kenangan kain tenunan. Hanya itu. Tak ada yang lain,” kenang Kartini dalam majalah Info No. 78, 31 Juli 1978.


Pertemuan pertama itu terjadi pada 1958. Tidak lama setelahnya, Kartini berhenti sebagai pramugari. Dia kembali pulang ke kampung halamannya di Mobago, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page