top of page

S. Rukiah yang Luput dari Sejarah

Sastrawan perempuan yang produktif berkarya sejak era kemerdekaan. Namun, namanya tenggelam dan tersisihkan imbas tragedi 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pameran Jejak Merah S. Rukiah "Kejatuhan dan Hati: Denyut Romansa di Tengah Gejolak Revolusi" yang diselenggarakan di RUBANAH Underground Hub di Jl. Timor No. 25 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. (Amanda Rachmadita/Historia.ID).

  • 26 Nov 2023
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

“CINTA itu cerita lama, kataku meniru Harun. Dan dengan hati sombong, kutambah lagi: Kita bisa bikin cerita baru, di mana di dalamnya cerita itu tak usah diberi cinta kecil-kecilan. Atau kita juga bisa bikin cerita darah yang tidak kurang bagusnya dari cerita cinta. Atau kita bisa bikin cerita buruh, cerita mesin dan cerita benda-benda lainnya yang ada di luar cinta,” tulis S. Rukiah dalam novelnya, Kejatuhan dan Hati.


Siti Rukiah lahir di Purwakarta pada 25 April 1927 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Muhammad Asik dan Ipok. Salah satu pengarang wanita yang mulai menulis sejak tahun 1940-an. Pada masa pendudukan Jepang, ia menempuh pendidikan guru selama dua tahun, dan kemudian mengajar di Sekolah Rendah Gadis di Purwakarta.


Gejolak revolusi tak menggentarkan Rukiah untuk terus berkarya di tengah perjuangan kemerdekaan. Selain menjadi anggota Palang Merah di Purwakarta, di usia 19 tahun, ia mulai menulis puisi untuk majalah mingguan Gelombang Zaman. Ia juga mengirim tulisannya ke sejumlah surat kabar, seperti Mimbar Indonesia dan Godam Djelata yang dikelola oleh Sidik Kertapati yang kelak menjadi suaminya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Belanda bikin lembaga yang mengumpulkan informasi mengenai tanah jajahannya.
Belanda bikin lembaga yang mengumpulkan informasi mengenai tanah jajahannya.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Istri dari Presiden RI ke-4 itu setia menemani sang suami namun tidak diperkenankan mencampuri urusan negara.
Istri dari Presiden RI ke-4 itu setia menemani sang suami namun tidak diperkenankan mencampuri urusan negara.
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
transparant.png
bottom of page