- 22 Jan 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 25 Jul
TAK lama setelah mengikuti ekspedisi Peabody Museum of Archeology and Ethnology untuk mempelajari suku Dani di pedalaman Papua, Michael Rockfeller, putra Gubernur New York Nelson Rockefeller, kembali mengunjungi pulau itu untuk mempelajari suku Asmat. Namun, ekspedisi kali ini membawa celaka pada Michael. Pada 17 November 1961, kano yang dinaiki Michael dan antropolog Belanda Rene Wassing serta dua guide setempat terbalik dan tenggelam. Mereka pun terapung di lautan.
“Rene Wassing menatapnya, dan Michael memperhatikan Rene terbakar matahari dan perlu bercukur. Perjumpaan mereka berlangsung singkat. Mereka telah terapung di lautan lepas di lepas pantai barat daya New Guinea selama dua puluh empat jam sekarang, dan tidak banyak yang dikatakan,” tulis Carl Hoffman dalam Savage Harvest: A Tale of Cannibals, Colonialism, and Michael Rockefeller’s Tragic Quest.
Setelah mengatakan “saya akan mampu melakukannya,” Michael kemudian berenang menuju pantai meninggalkan Rene. Ketika Rene berhasil diselamatkan keesokan harinya, Michael tak pernah lagi ditemukan meski pencarian intensif terhadapnya dilakukan juga dari udara dan laut oleh AL Belanda dan Australia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















