top of page

Salah Kaprah dalam Sejarah

Sejarah kadang-kadang diajarkan dengan cara yang salah, tak akurat, diputarbalikkan, dan berlebihan. Buku ini menggugat sejarah sekaligus menyuguhkan versi sejarah yang baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan James Watt karya Carl Frederik von Breda tahun 1792. (Wikimedia Commons).

16 Agu 2023
4 menit membaca

BUKU ini dibuka dengan sebuah kutipan yang mengejutkan dari George Santayana tentang sejarah. “Sejarah adalah sekotak kebohongan tentang peristiwa yang tak pernah terjadi yang dituturkan oleh orang yang tak pernah berada di sana,” kata dia seperti dikutip di awal buku. Tak bisa dibayangkan bagaimana kebohongan diajarkan dari satu generasi ke generasi lainnya dan akhirnya diterima sebagai kebenaran. Namun, buku ini mengajukan sejumlah kebohongan itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page