top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Salah Kaprah dalam Sejarah

Sejarah kadang-kadang diajarkan dengan cara yang salah, tak akurat, diputarbalikkan, dan berlebihan. Buku ini menggugat sejarah sekaligus menyuguhkan versi sejarah yang baru.

16 Agu 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Lukisan James Watt karya Carl Frederik von Breda tahun 1792. (Wikimedia Commons).

  • 16 Agu 2023
  • 4 menit membaca

BUKU ini dibuka dengan sebuah kutipan yang mengejutkan dari George Santayana tentang sejarah. “Sejarah adalah sekotak kebohongan tentang peristiwa yang tak pernah terjadi yang dituturkan oleh orang yang tak pernah berada di sana,” kata dia seperti dikutip di awal buku. Tak bisa dibayangkan bagaimana kebohongan diajarkan dari satu generasi ke generasi lainnya dan akhirnya diterima sebagai kebenaran. Namun, buku ini mengajukan sejumlah kebohongan itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page