Diperbarui: 10 Jul
UPACARA pembukaan Olimpiade XXXIII Paris, Prancis, pada Jumat (26/7/2024) banjir kecaman. Bukan hanya soal pengibaran bendera Olimpiade yang dikibarkan terbalik, tradisi defile kontingen atlet di stadion utama pun diganti dengan defile menggunakan perahu di Sungai Seine. Beberapa segmen hiburannya dinilai kelewatan dan sama sekali tidak menyampaikan pesan dan spirit olimpiade sebagaimana mestinya.
Salah satu perkaranya adalah penampilan laiknya agenda promosi LGBTQ+ dengan diramaikan para drag queen yang memparodikan scene relijius “Perjamuan Terakhir” yang terdapat dalam lukisan karya Leonardo da Vinci. Dalam penampilan itu para drag queen memparodikan diri sebagai Yesus Kristus dan para rasul dan muridnya dalam Perjamuan Terakhir.
Sejumlah pihak ramai-ramai mengutuk. Mulai dari sejumlah politisi sayap kanan Prancis, Donald Trump mantan sekaligus calon presiden Amerika Serikat, hingga Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdoğan. Jika Trump menilai penampilan kontroversial itu merupakan aib bagi olimpide, Presiden Erdoğan mengklaim tidak akan datang menghadiri event apapun di Olimpiade Paris 2024 dan akan mengadukan pelecehan agama itu ke Paus Fransiskus.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












