Diperbarui: 2 hari yang lalu
BERAGAM benda, baik objek alam maupun buatan manusia, dan warna kerap muncul dalam representasi simbolis kelompok-kelompok agama dan politik. Contohnya, benda-benda langit seperti bulan sabit dan bintang, serta warna hijau dipandang sebagai simbol Islam yang banyak ditemukan dalam arsitektur. Lambang bulan sabit dengan bintang lima sudut umum ditemukan di puncak menara dan kubah masjid hingga bendera negara-negara berpenduduk mayoritas muslim.
Lebih dari sekadar simbol, bulan bahkan berperan besar dalam kalender Hijriah. Sebab, sistem penanggalan Islam didasarkan pada peredaran bulan terhadap bumi. Menurut Edgar Williams dalam Moon: Nature and Culture, pengamatan terhadap bulan menjadi hal yang penting dan wajib untuk menentukan awal bulan puasa atau Ramadan. Kebiasaan mengamati aktivitas benda langit ini juga menjadi hal yang umum dilakukan oleh orang Romawi.
Setelah melakukan observasi, seorang pejabat yang disebut Pontifex akan mengumumkan kapan bulan terlihat, sehingga menandakan waktu setiap bulan dimulai dan apakah nones (kemunculan bulan pada kuartal pertama sebagai bulan sabit) pada bulan tersebut akan jatuh pada hari kelima atau ketujuh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












