top of page

Sejarah Kereta Malam di Indonesia

Kehadiran kereta malam menarik perhatian publik. Rama-ramai memesan tiket untuk naik hotel bergerak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kereta api ekspres satu hari Batavia-Surabaya dijalankan pertama kali pada 1 November 1929 di stasiun Kroya. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

24 Apr 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 28 Apr

BESARNYA minat masyarakat menggunakan kereta api untuk mudik ke kampung halaman atau melakukan perjalanan jarak jauh, tak hanya terjadi di masa kini. Sejak zaman kolonial Belanda, kereta telah menjadi moda transportasi andalan masyarakat.


Masyarakat sudah dapat memanfaatkan transportasi kereta dari Batavia ke Surabaya pada akhir abad ke-19. “Mereka tidak lagi menggunakan kapal dari Batavia ke Semarang atau Surabaya,” tulis Achmad Sunjayadi dalam Pariwisata di Hindia Belanda (1891–1942).


Saat itu kereta dari Batavia tidak langsung menuju Surabaya. Perjalanan berhenti di Maos, Cilacap, dan penumpang menginap semalam. Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya. Hal ini karenakereta hanya beroperasi dari pagi hingga sore.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page