- 16 Sep 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
MALAM telah larut saat rangkaian kereta api yang mengangkut berbagai barang dan paket bernilai tinggi melintas menuju London pada awal Agustus 1963. Mulanya tak ada hal aneh yang terjadi di sepanjang perjalanan kereta api yang berangkat dari Glasgow, Skotlandia, tersebut. Namun, ketika kereta melintasi kawasan Buckinghamshire di Sears Crossing, dekat desa Ledburn, terjadi aksi perampokan yang di kemudian dikenal dengan The Great Train Robbery.
Sejumlah nama yang disebut sebagai pelaku aksi perampokan itu, di antaranya Bruce Reynolds, pria jangkung dan berambut cokelat berusia 32 tahun yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai pedagang barang antik; Ronald Christopher “Buster” Edwards, mantan petinju bertubuh kekar yang mengelola sebuah klub malam; Charlie Wilson, pria berusia 31 tahun yang mengelola sebuah toko bahan makanan; serta Gordon Goody, seorang pria muda yang pernah ikut ambil bagian dalam Perang Dunia II.
Dalam majalah Life, 8 April 1966, dikisahkan Goody memiliki kebiasaan buruk yang berseberangan dengan citranya sebagai seorang pahlawan perang. “Jika Goody mencuri £200.000 malam ini, dia akan mencuri £20 besok hanya untuk iseng. Ketenangan, pengalaman, dan keberaniannya membuat partisipasinya dalam aksi perampokan ini menjadi wajib,” tulis Life.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















