Diperbarui: 5 hari yang lalu
DI tengah kabar menggembirakan yang datang dari prajurit-prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) –seperti Prajurit Satu (Pratu) Abdurrahman yang mengharumkan nama KODAM VI/Mulawarman dengan menjuarai Festival Film Nasional Dokumenter Budi Luhur sebagai sutradara, atau Prajurit Kepala (Praka) Sedilta Pilon Nubatonis yang berhasil juara pertama dalam Singapore T100 Triathlon World Tour pada 14 April lalu, ada saja ulah prajurit yang mencoreng nama baik TNI. Ulah keji itu kali ini datang dari prajurit asal Kodim Raja Ampat berinisial N.
Prajurit Satu (Pratu) N diduga mencabuli anak yang masih berusia 8 tahun. Mirisnya, menurut Dandenpom XVIII Sorong Mayor CPM Rivan Iskandar, ulah N terjadi justru di rumah seniornya yang memberinya bantuan tumpangan tempat tinggal di Sorong, Papua Barat Daya.
“Jadi Pratu N ini datang ke Sorong mau mengurus surat-surat, nah pelaku ini dibawa oleh seniornya berpangkat Sersan. Itu adalah seniornya Pratu N sendiri karena kasihan tidak ada tempat tinggal di sini. Malah bertindak seperti itu, korban itu keponakan dari seniornya pelaku. Saat itu Pratu N dalam keadaan mabuk,” ujar Mayor CPM Rivan sebagaimana diberitakan detik.com, 17 April 2024.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












