top of page

Setelah Lama Berpuasa

Setelah Orde Baru tumbang, partai-partai berbasis NU didirikan dan berebut suara warga nahdliyin. Tak semuanya bertahan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (kiri) dalam acara Muktamar NU ke-28 di Krapyak. (gusdur.net/peradaban.id).

14 Nov 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 31 Jan

SEPERTI biasa, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur punya kelakar. Dalam acara televisi bertajuk “Partai-Partai” di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) tahun 1999, Gus Dur mengibaratkan partai-partai yang berbasiskan Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bak telor dan tahi ayam.


“Maksudnya PKB itu telornya, selebihnya untuk selain PKB,” ujar Gus Dur sembari tertawa.


Wajar saja jika Gus Dur berkelakar demikian. Gus Dur selaku ketua umum PBNU adalah salah satu pendiri sekaligus deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang dideklarasikan di halaman depan kediaman Gus Dur di Ciganjur pada 23 Juli 1998.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page