top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Setiabudi's Last Message to Sukarno

Spending his last days in Bandung, Danudirdja Setiabudi was disturbed by a mob, prompting him to leave a final message for Sukarno.

11 Sep 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

President Sukarno and E.F.E. Douwes Dekker, also known as Danudirdja Setiabudi, received a visit from Dutch labor representatives in Yogyakarta on May 12, 1947. (National Archives of Indonesia)

  • 11 Sep 2025
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

At his cool house on Jalan Lembang 410 in Bandung, Eugene Douwes Dekker or Danudirdja Setiabudi, was approached by a man who was a stranger to him on December 31, 1949. The “guest” introduced himself as Soedradjat and came with several other people. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page