- 22 Jul 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 24 Jul
PERANG Jawa (1825-1830) yang dikobarkan Pangeran Diponegoro tidak hanya jadi salah satu tonggak perlawanan terhadap penjajahan Belanda tetapi semangat dan inspirasinya menjadi refleksi jati diri perjuangan bangsa. Begitulah Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggambarkannya dalam pidatonya di pembukaan Pameran “200 Tahun Perang Jawa” di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Minggu (20/7/.2025) malam.
“Refleksi terhadap Perang Jawa mengajarkan kita bahwa jati diri perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak dibangun dalam sebuah kenyamanan tapi dalam perlawanan menentang penjajahan dan kolonialisme. Ia tumbuh dari semangat rela berkorban, cinta tanah air, keberanian, prinsip yang tak bisa dibeli atau ditundukkan, sebagaimana jati diri Pangeran Diponegoro,” tutur Fadli.
Harapannya, ujar Fadli, generasi muda Indonesia sekarang dan mendatang tak melupakan spirit Pangeran Diponegoro, bukan semata mengingat namanya lewat nama jalan-jalan ataupun hal-hal lain di seluruh Indonesia yang menggunakan nama Pangeran Diponegoro.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















