- 23 Jul 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 24 Jul
“ADAKAH Diponegoro mencapai kemerdekaan bagi kita? Tidak. Oleh karena itulah perjuangan mereka dinamakan gagal. Tetapi tidak sia-sia perjuangan mereka itu. Tidak sia-sia. Kalau sia-sia perjuangan Diponegoro, kita tidak ada duduk di Istana Negara ini. Ambillah pengajaran yang setepat-tepatnya daripada gagalnya Diponegoro, Suropati, Imam Bonjol, Teuku Umar. Mereka tidak sia-sia berjuang. Perjuangan mereka akan memberi inspirasi kepada kita,” kata Presiden Sukarno dalam peringatan 100 tahun wafatnya Pangeran Diponegoro, disitat Menteri Penerangan Ferdinand Lumbang Tobing dalam Pangeran Diponegoro.
Semangat Diponegoro terus menembus zaman. Bangsa Indonesia generasi-generasi berikutnya masih meneladani dan mengingatnya. Seperti pameran “200 Tahun Perang Jawa” yang dihelat di Perpustakaan Nasional RI pada 20 Juli-20 Agustus 2025.
“Satu hal yang perlu kita terus ingat bahwa perjuangan Pangeran Diponegoro tidak berakhir di ruang penjara. Semangat perjuangannya menembus zaman. Keberanian dan keteguhannya dalam melawan penindasan kolonial menjadi inspirasi abadi bagi generasi-generasi berikutnya. Dalam pengorbanannya kita menemukan makna tentang harga diri, prinsip tekad yang tak tergoyahkan,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pembukaan pameran, Minggu (20/7/2025) malam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















