top of page

Suara Titisan Dewa Mengakhiri Perang Dunia II

Sempat dikudeta sekelompok militer Jepang, rekaman pidato Tennō Heika pun mengudara untuk mencegah Negeri Sakura binasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jepang resmi menyerah pada Sekutu di atas kapal USS Missouri setelah sebelumnya diumumkan Kaisar Hirohito pada 15 Agustus 1945. (Army Signal Corps/Wikimedia Commons).

15 Agu 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Apr

SORE 14 Agustus 1945 itu, Kepala kantor berita Jepang Nippon Hōsō Kyōkai (NHK) Hachiro Ohashi sibuk mengatur anak buahnya dari tim perekam. Selepas menerima pesan dari Menteri Biro Informasi Hiroshi Shimomura, ia segera memerintahkan Direktur Teknis Daitaro Arakawa memasang alat-alat yang dibutuhkan ke Kementerian Dalam Negeri.


Para teknisi NHK itu lantas mengecek ruangan demi ruangan untuk mendapatkan spot yang takkan bergaung ketika dipasangi aneka peralatan rekaman. Dipilihlah ruangan Goseimu (kantor administrasi kekaisaran) di lantai kedua yang lantainya diselimuti karpet dengan tirai tebal yang menutup jendelanya. Ruangan itu paling pas.


“Lalu para teknisi NHK itu menyiapkan piringan hitam yang akan direkam, juga mikrofonnya. Yang tak kalah penting, aliran listriknya juga mereka sambungkan dengan gulungan kabel dari generator kecil, seandainya listrik padam mengingat Tokyo tengah sering dibombardir (Sekutu) dari udara,” tulis Jim Smith dan Malcolm McConnell dalam The Last Mission: The Secret History of World War II’s Final Battle.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page