top of page

Susuk di Zaman Hindu Buddha

Bukan hanya media untuk memperindah tubuh manusia, susuk di zaman Hindu Buddha berguna juga untuk menandai sebuah tempat suci.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Litografi Gua Sunyaragi karya F.C. Wilson. (Wikimedia Commons).

24 Sep 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

BELUM lama ini jagat media sosial Indonesia kembali dibuat ramai dengan sebuah kisah berbau mistik dari salah seorang pengguna Instagram (@tasyabira). Unggahan yang dimuat ulang akun Twitter @yozerxx itu berisi hasil pemindaian x-ray seorang pasien yang memperlihatkan susuk dengan jumlah yang amat banyak.


Pemilik akun @tasyabira diketahui tengah mengerjakan studi kasus tentang kepemilikan susuk seorang pasien berusia 55 tahun yang terdeteksi alat pemindai kesehatan. Dia mendapati di dalam tubuh pasien itu bertebaran ratusan jarum kecil di bagian perut, serta tiga buah di bagian mulut dan gigi.


Menurutnya, susuk jarang menimbulkan komplikasi sehingga terkadang tidak terdeteksi di mesin pemindai kesehatan. Kalaupun terlihat, itu terjadi secara kebetulan. Dan biasanya ketika diambil foto x-ray kembali, letak susuk itu akan berubah. Susuk umumnya terbuat dari bahan emas atau tembaga, jadi bisa terlihat di mesin x-ray.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page