- 23 Jul 2024
- 8 menit membaca
Diperbarui: 9 Mei
MASIH pukul 10 pagi. “Salon Mami Yulie” di Cilandak, Jakarta Selatan, belum kedatangan tamu. Ruangan salon kelihatan sempit. Peralatan salon memenuhi ruangan. Foto dan piagam penghargaan tergantung rapi di tiap sudut tembok. Tiga foto berlatar kota-kota di Prancis. Keterangan foto bertuliskan “Festival Film Duoarnenez Prancis 2014”.
Yulianus Rettoblaut, 54 tahun, pemilik “Salon Mami Yulie”, menceritakan kisah di balik tiga foto berlatar kota di Prancis. “Aku ke Prancis untuk berbicara bagaimana tentang kehidupan waria di Indonesia,” kata Mami Yulie, panggilan karib Yulianus.
Mami Yulie seorang waria sekaligus pembela hak-hak waria. Dia berpakaian perempuan dalam keseharian. Dia juga memperjuangkan hak-hak dasar waria sebagai warga negara: hak bekerja, berpolitik praktis, mendapat pendidikan, dan menerima jaminan kesehatan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















