top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

The Surinamese's Anti Colonialism Symbol

Javanese in Suriname believed this man was sent by God from Java to free them from oppression. The man is Anton De Kom.

17 Des 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Anton de Kom with his wife, Petronella Borsboom, and their children. (suriname.nu).

  • 18 Des 2023
  • 7 menit membaca

JULY 13, 1929. Several young Indonesians who were members of Perhimpunan Indonesia (the Indonesian Student Association) were having a serious discussion at the Hollandaise Cafe in The Hague. They were deliberating ways to end Dutch colonialism over Indonesia. According to the Dutch intelligence service, around 50 people attended the meeting, three among whom were Europeans. A Surinamese also appeared to follow the discussion.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page