- 1 Sep 2025
- 3 menit membaca
MUSA Louhanapessy ingin sekali teekensoldij alias jadi serdadu dalam tentara kolonial Hindia Belanda, Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL), seperti banyak pemuda Ambon lain di zaman itu. Sayangnya, orangtuanya tak memberi restu. Musa tak hilang akal demi cita-citanya.
“Kemudian dia membeli marga (mungkin begitu) ke keluarga Pattiwael,” terang John Pattiwael. Seperti marga ibunya, Dolfina Pattiwael, jadilah Musa Pattiwael bisa mendaftar masuk KNIL. Sangat banyak anggota KNIL dari marga Pattiwael. Musa diterima teekensoldij hingga rela meninggalkan Ambon.
Musa sering berpindah-pindah tugas sebagai serdadu KNIL. Dia kemudian menikah dengan Martha Tomasoa. Mereka punya banyak anak. Salah satunya Isaak Pattiwael, yang biasa disapa Tjaak, lahir di Meulaboh, Aceh, pada 14 April 1915. Seperti anak serdadu KNIL lain, yang kadang dicap Anak Kolong, Tjaak ikut ayahnya berpindah-pindah tugas. Sehingga, dia sering berpindah sekolah. Setelah lewat masa sekolah dasar, Tjaak merantau untuk menemukan jalan hidupnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















