top of page

Ujung Jalur Rempah dan Festival Bahari Pasaia

Dalam waktu ratusan tahun, jauh sebelum dan sesudah pelayaran bersejarah Magellan-Elcano, orang Basques mengembangkan kebudayaan bahari yang sangat kaya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi oleh Betaria Sarulina dan M.A. Yusuf/Historia.ID.

21 Feb 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 10 Mei

BANYAK orang membayangkan wujud kekayaan yang luar biasa di ujung barat Jalur Rempah. Bayangan tersebut tidaklah salah, namun ada hal lain, yang tidak kalah menariknya, yaitu kebudayaan bahari, yang lebih berbicara kepada orang biasa, bukan raja/ratu, bangsawan, pejabat, atau pengusaha besar yang menguasai bisnis perdagangan jarak jauh.


Jalur Rempah memungkinkan ribuan orang hilir mudik antarbenua, melintasi lautan dalam hitungan bulan, dengan bayangan kekayaan yang luar biasa, namun juga risiko yang sangat besar, termasuk kehilangan nyawa. Kebanyakan orang ini adalah orang biasa, sekedar menjalankan dan tidak terlibat di dalam penyusunan rencana besar.


Salah satu kategori dari orang-orang biasa ini ada para pelaut Basques, penduduk sebuah negeri kecil di bagian utara Spanyol. Mereka memang hanya salah satu pihak, tetapi peran mereka di dalam perkembangan Jalur Rempah sangatlah besar. Adalah Juan Sebastian Elcano, orang Basques kelahiran kota Getaria, yang menuntaskan pelayaran keliling dunia pertama dalam sejarah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page