top of page

Ulah Adam Malik Bikin Bapak Brimob M. Jasin Bergidik

Diajak Adam Malik ke Moskow, M. Jasin kaget "diangkat" jadi Kapolri. Dapat fasilitas mewah, malah bergidik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Adam Malik ketika menjabat sebagai menteri luar negeri tahun 1967. (muspen.kominfo.go.id).

  • 10 Okt 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

SELAIN memiliki kepercayaan diri besar, mantan Wakil Presiden Adam Malik dikenal sebagai pejabat yang tak peduli protokoler. “Semua bisa diatur,” demikian kalimatnya yang terkenal.


Almarhum Joesoef Isak, mantan pemred Merdeka dan sekjen Persatuan Wartawan Asia-Afrika yang bersahabat dengan Adam, ingat betul sifat Adam itu. Joesoef sendiri pernah datang ke sebuah acara formal di mana Adam menjamu tamu-tamunya. Meski keduanya lama tak bertemu, Adam tak melupakannya.


“Dia sedang bincang dengan tamu-tamu. Begitu lihat saya, dia langsung panggil dan datangi saya,” kata Joesoef tangannya menirukan gerakan Adam, kepada Historia.


Ketidakpedulian Adam pada protokoler itu pernah mengakibatkan “Bapak Brimob” M. Jasin menjadi repot. Kisahnya terjadi saat Jasin menjalani pendidikan di Jerman Barat (Jerbar) sekitar 1962. Suatu hari, Jasin diajak Dubes RI untuk Jerbar Lukman Hakim SH ke Wina, Austria untuk mencari informasi keadaan tanah air kepada rombongan Presiden Sukarno yang sedang singgah di kota tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page