top of page

Ulah Letkol Sitompul Bikin Bung Karno Marah

Dalam sebuah jamuan, Sukarno marah karena makanan yang disajikan untuknya mewah sendiri. Akibatnya, seorang perwira militer kena semprot residen Tapanuli.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno dan rombongan berkunjung ke daerah Sibolga dalam rangka kunjungan kerja ke pulau Sumatera, 13 Juni 1948. (Perpusnas RI).

6 Mar 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Jun

SEMASA Perang Kemerdekaan, Pandapotan Sitompul dikenal sebagai komandan TKR di Tapanuli. Perwira jebolan Giyugun di zaman Jepang ini memimpin pasukan Divisi VI Sumatra yang bermarkas di Sibolga. Di luar urusan militer, Pandapotan cukup akrab dengan bawahannya. Kapten Donald Isaac Pandjaitan termasuk salah satunya. Komandan Batalion I Resimen IV TKR Riau itu ketemu jodohnya, Marieke Tambunan, berkat dicomblangi Pandapotan.


“Sosok Marieke yang kebetulan sedang berkunjung ke Sibolga, terlihat dan tersidik oleh Komandan Divisi VI Sumatra, Letnan Kolonel Pandapotan Sitompul. Kemudian Letkol Pandapotan menceritakan itu ke Donald saat si Kapten melapor mau cuti pulang kampung sekaligus akan mencari jodoh,” tutur Herry Gendut Janarto dalam biografi Matiur Panggabean br. Tambunan Bunga Pansur dari Balige: Pengabdian dan Keteguhan Seorang Istri Prajurit.


Matiur merupakan adik dari Marieke, maka adik ipar D.I. Pandjaitan. Matiur kemudian diperistri Maraden Panggabean yang pernah menjadi kepala staf Divisi VI pimpinan Pandapotan Sitompul. Jadi, Pandapotan Sitompul cukup dekat dengan D.I. Pandjaitan dan Maraden Panggabean.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page