- 19 Agu 2025
- 3 menit membaca
PARA pemuka masyarakat Maluku di Jakarta, mulai dari Gubernur Maluku Mr. Johannes Latuharhary (1900-1959) hingga bawahannya, pusing dengan keadaan pasca Proklamasi. Meski mereka mendukung kemerdekaan Indonesia, ada saja orang Ambon yang menjadi korban kengawuran kaum muda bersenjata yang, minim pikir panjang, disebut mereka “pelopor”.
Orang-orang Ambon dipersekusi, bahkan sampai ada yang kehilangan nyawa. Mulai dari Boma Latuperisa yang dibunuh di Jatinegara, Boetje Tahalele yang dibacok, dan keluarga Lopies yang dianiaya.
Ada pula isu tentang organisasi orang Ambon yang katanya hendak menyabot proklamasi kemerdekaan Indonesia dan menginginkan kembalinya Belanda ke Indonesia. Johannes Dirk de Fretes, asisten Latuharhary, pun mau tak mau harus menemui seorang pemuda Ambon bernama August Isaac Tanasale yang dikenal sebagai Nono Tanasale.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















