top of page

Utami, Srikandi Bulutangkis Putri

Ratu bulutangkis era 1970-an. Berganti bendera setelah menikah dengan pebulutangkis Amerika.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nio Pik Wan alias Utami Dewi (tengah) bersama kakak, Rudy Hartono (kiri) dan suami, Chris Kinard. (Wikimedia Commons).

11 Des 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Apr

SETIDAKNYA ada lima wakil Indonesia yang masuk nominasi BWF Player of the Year 2018, sebuah penghargaan yang diberikan kepada para pebulutangkis jempolan dunia saban akhir tahun. Tiga di antaranya pebulutangkis putri. Ini menandakan Indonesia belum kehabisan talenta di nomor putri kendati harus diakui belakangan sulit menyandingkan diri dengan China, Korea, India, Jepang, bahkan Denmark.


Tiga nama itu adalah Gregoria Mariska Tunjung dan Apriani Rahayu di kategori Eddy Choong Most Promising Player of the Year, dan Leani Ratri Oktila di kategori Female Para-badminton Player of the Year. Tentu ada harapan nama-nama itu akan menyambung kelegendaan putri-putri Indonesia di panggung bulutangkis dunia.


Pebulutangkis putri Indonesia sudah lama absen “bicara” di pentas dunia. Terakhir, era Susi Susanti dan Mia Audina yang sudah lebih dari 20 tahun. Keduanya merupakan pemegang tongkat estafet yang sudah dimulai sejak akhir 1960-an oleh Minarni Soedarjanto, Imelda Wiguno, Theresia Widiastuti, Regina Masli, dan Utami Dewi Kurniawan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page