top of page

Kala Mia Audina Terpaksa Mendua

Setelah Mia Audina, yang digadang-gadang sebagai calon pengganti Susi Susanti, meninggalkan Indonesia, tunggal putri bulutangkis Indonesia tak punya penerus yang mendunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 9 Des 2017
  • 3 menit membaca

SEJAK Maria Kristin Yulianti merebut medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008, publik tanah air belum punya lagi pujian di arena bulutangkis tunggal putri. Prestasi medali emas bulutangkis tunggal putri Olimpiade Barcelona 1992 milik Susi Susanti masih tetap yang tertinggi.


Sejatinya, di era 1990-an ada seorang pebulutangkis muda yang digadang-gadang akan menjadi “The Next Susi Susanti”. Dia adalah Mia Audina Tjiptawan alias Zhang Haili.


Prospek Mia sangat cerah. Ketika usianya belum genap 14 tahun, dia sudah terpilih masuk Pelatnas Cipayung (markas PBSI). Setahun kemudian, Mia terseleksi ke tim Uber Cup 1994 di Jakarta, yang juga diperkuat Susi Susanti.


“Dia mulai terjun ke kompetisi internasional membawa nama Indonesia sejak 1993 dan memenangi gelar juara dunia (Uber Cup) dengan tim Indonesia pada 1994 ketika dia baru berusia 14 tahun,” tulis P. Markula dalam Olympic Women and the Media: International Perspectives.


Mia menjadi penentu kemenangan Indonesia. Di partai terakhir, dia mengalahkan tunggal putri China Zhang Ning via rubberset 11-7, 10-12 dan 11-4. Itu menjadi gelar Uber Cup kedua Indonesia setelah 1975.


Dua tahun berselang dalam ajang yang sama di Hong Kong, Mia ikut mempertahankan Uber Cup. Prestasi gelar Uber Cup ketiga bagi para srikandi Indonesia yang juga sampai hari ini belum bisa diulangi. Sejak saat itu penampilan Mia kian meroket.


Mia kembali jadi salah satu andalan kontingen Indonesia di Olimpiade Atlanta 1996. Meski tak sebaik Susi di Barcelona empat tahun sebelumnya, Mia pulang ke tanah air mengalungi medali perak. Di tahun yang sama, pada medio Oktober Mia pun merebut titel “ratu bulutangkis dunia” dengan menduduki peringkat 1 IBF (Federasi Bulutangkis Internasional).


Namun, pencapaian pebulutangkis kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1979 itu tetap belum bisa membuatnya keluar dari bayang-bayang Susi. Dalam sebuah laga simulasi pun, Susi ternyata masih lebih unggul dari juniornya itu.


“Saya akui, saya masih sulit kalahkan dia. Susi masih bagus dan ulet,” puji Mia setelah simulasi jelang Piala Sudirman dan Kejuaraan Dunia 1997, dikutip Kompas, 26 April 1997.


Sayang, setelah melepas masa lajang dengan pria Belanda Tylio Lobman pada 30 Maret 1999 grafik penampilan dan prestasi Mia perlahan menurun. Meninggalnya sang ibu Lanny Susilawati pada akhir April 1999 tak bisa dipungkiri menjadi penyebab turunnya karier Mia.


Mia sempat absen lama dari pelatnas lantaran ikut pindah suaminya ke Belanda. Di sana, dia sempat mengajukan permohonan untuk tetap berada di skuad PBSI meski berlatih di Belanda, tapi tak berbuah hasil.


“Kalau dia pindah ke Belanda ya harus keluar dari pelatnas. Dia memang maunya begitu (tetap di pelatnas namun latihan di Belanda), tetapi yang namanya organisasi tentu ada aturan mainnya, jadi harus patuh,” ujar Karsono, ketua harian PBSI, sebagaimana dilansir Kompas, 28 Juli 1999. Alhasil, Mia pilih mengundurkan diri dari PBSI.


Di negeri kincir angin, keinginannya untuk bermain masih tinggi. Mia akhirnya “mendua” dengan membela panji Merah Putih Biru.


“Dia mendapatkan kewarganegaraan Belanda dan mulai tampil untuk Belanda pada 2000. Dia memenangi beberapa medali di kejuaraan Eropa dan Dunia. Dia juga sempat mencapai babak perempatfinal di Olimpiade 2000 Sydney,” tulis Markula.


Namun, Mia jarang antusias jika tampil di bawah bendera Belanda dalam beragam kompetisi yang digelar di Indonesia. Kadang dia mengaku tak ingin diikutkan tim, seperti pada ajang Uber Cup 2004 dan 2008.


“Terlalu sensitif. Bagaimanapun saya dulu dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia,” tuturnya dikutip Kompas, 16 Maret 2004.


Toh, taji Mia masih besar. Di Olimpiade Athena 2004, Mia merebut medali perak untuk Belanda. Ini medali perak keduanya. Sebelumnya, dia meraihnya di Olimpiade Atlanta 1996 untuk kontingen Indonesia.


Uniknya, di laga final itu Mia seperti mengalami deja vu karena kembali bertemu Zhang Ning, lawannya di laga penentu Uber Cup 1994. Namun di Olimpiade 2004, giliran Mia yang kalah.


“Aneh rasanya bertemu lagi dalam 10 tahun di final Olimpiade. Saya rasa, hasilnya tergantung pada siapa yang memiliki hari terbaik dan dia yang menang,” tandas Mia dikutip David Miller dalam The Official History of the Olympic Games and the IOC.


Dua tahun kemudian Mia memutuskan mengakhiri kariernya yang menjulang di dua negara. "Ah, itu bukan salah saya. Ada banyak faktor yang membuat saya akhirnya pindah ke Belanda. Saya bisa bilang kesalahan PBSI ada, juga masalah keluarga dengan meninggalnya ibu saya. Dulu PBSI berpikir setelah Kak Susi mundur, saya akan meneruskan tongkatnya,” kata Mia dua tahun sebelum gantung raket.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kelahirannya disambut gembira oleh kakeknya sebagai cucu pertama. Diberinya nama Sudiro yang berarti berani. Selamat dari wabah Flu Spanyol.
bg-gray.jpg
Jejak pertama Maria Ullfah di Batavia. Membawanya masuk ke gelanggang pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Kewarganegaraan anggota DPR dari kalangan minoritas, E.F. Wens, dipertanyakan. Memantik polemik hingga intrik internal dalam organisasi Indo.
bg-gray.jpg
Di masa tuanya, Henk Ngantung hidup memprihatinkan. Dikucilkan dan distigma PKI. Bahkan, pameran terakhir mantan gubernur DKI Jakarta ini diganggu aparat intelijen pemerintah.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
transparant.png
bottom of page