top of page

Wadah Pengetahuan Tanah Jajahan

Belanda bikin lembaga yang mengumpulkan informasi mengenai tanah jajahannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pameran Treasures.

10 Jan 2013
2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

PENJAJAH membutuhkan pengetahuan tentang negeri jajahannya untuk menjaga kesinambungan penjajahannya. Karena itulah Kerajaan Belanda mendirikan Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) pada 1851 untuk mengumpulkan informasi mengenai daerah jajahan.


“Kolonialisme tercermin dalam koleksi ilmiah dan sejarah seni yang indah, dan yang memberi gambaran daerah-daerah jauh yang pernah, kurang lebih, dikuasai Belanda,” kata Putri Maxima, pelindung KITLV, dalam pengantar katalog pameran, Treasures. Selain KITLV, “di seluruh dunia, tidak ada tempat yang menyediakan koleksi mengenai jajahan Belanda dan sekitarnya yang begitu luas dan mudah diakses.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page