top of page

​​​​​​​Pardo’s Push, Upaya Gila Pilot Amerika di Angkasa

Tak ingin meninggalkan teman yang pesawatnya tertembak pasukan Vietnam Utara, pilot AU AS melakukan hal gila. Menyelamatkan empat nyawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bob Pardo, yang terkenal dengan "Pardo's Push"-nya semasa bertugas di Vietnam, di masa tua. (USAF/af.mil)

25 Jan 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

HAMPIR berbarengan dengan dimulainya penugasan Kapten Udara John Robert “Bob” Pardo di Skuadron Tempur Taktis ke-433 di Pangkalan Udara Ubon, Thailand pada Februari 1967, Washington melancarkan kampanye bombardir udara terhadap industri-industri utama Vietnam Utara. Pabrik-pabrik baja di Thuy Nguyen, Hai Pong menjadi pilihan pertama.


Kampanye tersebut dilakukan untuk mematahkan tulang punggung kekuatan Vietnam yang tak kunjung lemah. Kampanye juga menandai dimulainya kembali bombardir udara yang sebelumnya dihentikan Presiden Amerika Serikat (AS) Lyndon Johnson dan Menhan Robert McNamara. Keputusan penghentian itu diambil Johnson guna menggiring lawan agar mau ke meja perundingan.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page