top of page

Wayang Orang Kota Metropolitan

Di tengah modernitas kota Jakarta, Wayang Orang Bharata terus berpentas menghibur penggemar setianya. Mereka betahan karena kecintaan pada kesenian tradisional.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pertunjukan Wayang Orang Bharata. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

  • 30 Agu 2023
  • 7 menit membaca

JAKARTA di tahun 1964. Seorang remaja lelaki asal Solo, Jawa Tengah, begitu terpukau menyaksikan pertunjukan wayang orang Panca Murti. Sosok Bima yang gagah dan Panakawan yang lucu nan bersahaja membenam di benaknya. Sejak itu, setiap akhir pekan atau libur sekolah, dia hanya menginginkan satu hal: nonton wayang orang. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page