top of page

When the Bader Fish Eats Coconut Flowers

The Kedung Ombo Reservoir has sunk the history of a sacred ancestral land, boiling a tale where defiance and betrayal unfolds.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration of Kedung Ombo Reservoir. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

6 Mar 2023
14 menit membaca

Diperbarui: 24 Mar

THE SCORCHING sun burned his nape as he walked along the rice fields towards a reservoir. With one hand carrying a hat, the man pointed to a side of the reservoir where his village, Guyuban, used to exist. Guyuban was one of the 37 hamlets that were flooded in order for the Kedung Ombo Reservoir mega project to succeed.


"Here is all of the villages (used to be), but now it's all water," said Djaswadi, aged 80.


Everyone in Kedungmulyo and Kedungrejo Hamlet in Kemusu District, Boyolali Regency knows who Djaswadi is, as the two hamlets came into existence because of his struggle 30 years ago.


Djaswadi's fingers are always trembling, the Javanese call it buyuten. His steps are small and hesitant, his stammering voice is weak. When he talks about his resistance to the construction of the Kedung Ombo Reservoir in the 1980s, his voice turns fiery.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
transparant.png
bottom of page