top of page

Wonder Woman 1984 dan Nilai Kejujuran

Sejak diciptakan, Wonder Women bersenjatakan kejujuran. Nilai yang masih relevan itu menginspirasi penciptaan “Wonder Woman 1984”.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Diana Prince alias Wonder Woman dalam sekuel "Wonder Woman 1984" masuk lebih dalam terlibat dalam kehidupan manusia biasa dengan memprioritaskan nilai kejujuran. (warnerbros.com).

28 Des 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 18 Jul

PUTRI Diana kecil (diperankan Lilly Aspell) menggebu-gebu berpacu dengan sejumlah pendekar Amazon yang lebih dewasa dalam sebuah kompetisi. Di fase akhir, Diana tinggal melontarkan sebilah tombak untuk menang. Namun langkahnya dihentikan Antiope (Robin Wright), pendekar Amazon yang menjadi pengawas kompetisi, hingga akhirnya Diana urung juara.Diana kecil menangis sesenggukan sehingga harus ditenangkan ibunya, Ratu Hippolyta (Connie Nielsen).


Persoalannya, Diana hampir menang dengan cara yang culas dan mengambil jalan pintas di sebuah fase kompetisinya. Itu yang digarisbawahi sang ibu bahwa dalam keadaan apapun, perempuan Amazon tak boleh hanya mengandalkan kekuatan, melainkan harus memprioritaskan nilai-nilai kejujuran.


Pesan inti dari prolog itu jadi kunci cerita film pahlawan super Wonder Woman 1984 yang diracik sineas Patty Jenkins. Film itu merupakan film kesembilan dari waralaba DC Extended Universe cum sekuel dari film pahlawan super serupa, Wonder Woman (2017).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page