top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Yang Kita Lupakan dalam Peringatan Hari Pahlawan

Nasionalisme menggunakan kekuatan sejarah untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air. Namun, narasi sejarah itu menjadi problematis, ketika ada fragmen-fragmen faktual yang terlupakan, yang keberadaannya bisa menggoyahkan sakralitas nasionalisme itu sendiri.

19 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi oleh Betaria Sarulina dan M.A. Yusuf/Historia.ID

Diperbarui: 21 Nov 2025

UNTUK menjadi sebuah bangsa, orang-orang butuh disatukan. Dalam Kongres Pemuda I, seperti yang kita tahu, Tabrani ngotot agar Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan, bukannya bahasa Melayu seperti usulan Yamin. Kenyataannya, saat itu belum ada yang namanya Bahasa Indonesia. Tapi toh bahasa itu diciptakan untuk memberikan identitas, untuk membedakan antara “kita” dan “mereka” untuk mempersatukan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page