top of page

Yusman Sang Maestro Patung dari Pasaman

Sosok langka maestro patung dari tanah Minang. Membuktikan diri di perantauan pantang ukur bayang-bayang sepanjang badan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Yusman, maestro patung asal tanah Minang yang kondang dengan karya-karya patung realisnya. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

8 Mar 2024
7 menit membaca

Diperbarui: 28 Jun

RAMAI dalam kesunyian. Nuansa itu begitu terasa ketika kaki mengayun selangkah demi selangkah memasuki Studio Patung Yusman di kawasan Bantul, Yogyakarta Selasa (5/3/2024) pagi itu. Serasa berada di alam para tokoh bangsa mengingat ramainya “kehadiran” para tokoh bangsa di berbagai sudutnya. Jenderal Sudirman, Jenderal Soeharto, Presiden Sukarno, Sultan Hasanuddin, hingga enam presiden Republik Indonesia semua hadir “membisu” dalam bentuk patung.


Kesunyian itu baru sedikit menguap saat sang tuan rumah Yusman keluar dari ruangannya tak lama kemudian. Sebelum mengajak parkir bokong di kursi panjang dekat enam patung presiden, ia menyempatkan diri berbincang singkat dengan dua pekerjanya.


“Ini adik kelas [semasa di ISI Yogyakarta]. Sepi karena kita juga sedang ada pameran di Monjali (Monumen Jogja Kembali),” ujar Yusman membuka perbincangan dengan Historia.ID.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page