top of page

Patung Bung Karno Berdiri di Aljazair

Monumen Sukarno dibangun di Aljazair untuk menguatkan persahabatan. Disempurnakan patung dada eksentrik karya Dolorosa Sinaga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Monumen dan Patung Sukarno yang sudah rampung dibangun di Alger, Aljazair, mesti peresmiannya mesti ditunda pasca-pembukaan lockdown imbas Covid-19 di atas tanggal 15 Juli 2020. (KBRI Alger).

11 Jun 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

JAUH di mata tapi dekat di hati. Meski jarak Indonesia dan Aljazair terbentang lebih dari 12 ribu kilometer, persahabatan antara kedua negara dan rakyatnya yang berbeda belahan dunia itu begitu dekat. Perekatnya tiada lain Bung Karno.


“Itu yang saya rasakan semenjak menjadi Duta Besar RI untuk Aljazair pada Maret 2016 lalu. Setiap kali hadir di berbagai forum di Aljazair dan pihak manapun yang mendengar nama Indonesia, pasti teringat nama Bung Karno. Faktanya beliau sangat diapresiasi karena mendukung Aljazair sebelum merdeka pada 1962,” ungkap Duta Besar RI untuk Aljazair Safira Machrusah saat dihubungi Historia.ID.


“Nama Indonesia begitu ngetop di Aljazair karena Bung Karno. Karena selain turut mengundang (delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan) Aljazair, tahun 1956 pemerintah Indonesia membuka (kantor) perwakilan FNL (Front de Libération Nationale) di Jakarta (Jalan Serang, Menteng, Jakarta). Bayangkan, sampai seperti itu dukungan Bung Karno,” tambahnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page