top of page

Hasil pencarian

9628 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Saat Bajak Laut Prancis Menguasai Padang

    PERNAH sekali Padang “ditawan” selama dua minggu lebih oleh Prancis. Bukan oleh tentaranya, tetapi segerombolan bajak laut. Dipicu perang Revolusi Prancis, wilayah pantai barat Sumatra menjelma menjadi teater pertempuran. Corsairs , bajak laut yang diberi izin oleh Prancis untuk merampok musuh-musuh Prancis, bermunculan dan menebar teror.

  • Kisah Perwira Luksemburg di Jawa

    LEBIH dari separuh hidupnya dihabiskan sebagai serdadu. Laki-laki kelahiran Fusange, Luksemberg (sebelah Negeri Belanda) pada 12 Agustus 1825 itu jadi serdadu saat berusia 19 tahun. Anak dari Michel Kohn dan Magdalena Lahaye itu memulainya dengan jadi milisi di Resimen Tombak Kedua. Ia sampai pangkat kopral di resimen itu.

  • Liangan Bukan Permukiman Gersang

    SITUS Liangan seakan menyeruak di tengah lahan pertanian yang hijau di Dusun Liangan, Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah. Tanah bekas galian terlihat di mana-mana. Situs itu tak ubahnya tanah lapang yang kosong, kecuali struktur batu-batu kuno yang menyembul di sana-sini.

  • Pekerjaan Aneh yang Diimpikan Bangsawan Kerajaan Inggris

    ADA beragam pekerjaan unik dan tak umum yang pernah ada di dunia. Salah satu yang terbilang aneh namun memiliki banyak peminat –bahkan peminatnya merupakan bangsawan kerajaan– adalah groom of the stool . Pernahkah anda mendengar pekerjaan yang populer di Inggris pada periode Tudor ini?

  • Menteri Nadiem: Masih Banyak Benda Bersejarah Indonesia yang Belum Dikembalikan

    SEPERTI telah digaungkan kepada publik sebelumnya, sebanyak 288 benda cagar budaya Indonesia akhirnya pulang ke tanah air pada tahun ini. Namun, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan benda-benda warisan sejarah Indonesia masih banyak yang berada di luar negeri. Pernyataan itu disampaikan Nadiem dalam peresmian pembukaan kembali Museum Nasional Indonesia kemarin (10/1).

  • Sultan Aman Setelah Pertempuran Tempel 1883

    TAK nyaman tinggal istana sepeninggal Sultan Hamengkubuwono (HB) V suaminya, sang permaisuri GKR Sekar Kedaton memilih keluar. Tapi bukan kenyamanan semata yang ingin dikejarnya. Ada hal lebih penting yang ingin ia kejar dengan keluar.

  • Sastra Melayu Tionghoa, Pelopor Sastra yang Merana

    CIKAL bakal novel modern Indonesia bukanlah Azab dan Sengsara karya Merari Siregar, yang diterbitkan Balai Pustaka pada 1920. Namun, Tjhit Liap Seng karya Lie Kim Hok yang diterbitkan Bintang Tujuh tahun 1886. Bukan hanya yang pertama. Sastrawan Tionghoa juga produktif.

  • Salib Lombok dari Belanda Pun Dirampas Juga

    SALIB pattee (pola silang) –seperti Iron Cross yang umum di Eropa– berbahan perunggu itu memiliki relief seorang perempuan di tengahnya. Pada masing-masing lengannya terdapat huruf. Jika dirangkai, huruf-huruf itu akan berbunyi “Hulde Aan Leger En Vloot”,  yang artinya penghormatan kepada tentara dan armada.

  • Soemitro dan Ali Moertopo, Kisah Duel Dua Jenderal

    DUA jenderal penting bertarung di awal Orde Baru: Jenderal Soemitro versus Mayjen Ali Moertopo. Soemitro adalah panglima Kopkamtib merangkap wakil panglima ABRI. Sementara Ali, perwira intelijen merangkap Asisten pribadi (Aspri) Presiden Soeharto.

  • Baku Hantam Soemitro dengan Kenpeitai Jepang

    SEJAK usia belasan, Soemitro telah keluar dari rumah. Dia tidak tinggal lagi bersama orang tuanya. Soemitro berkelana berjalan kaki. Seperti pendekar di cerita silat, dia berguru ke mana-mana mempelajari ilmu kanuragan. Dihadang di tengah jalan, bergelut dengan orang, hingga dikeroyok sudah biasa dilakoninya.

  • Sejarah Gambang Kromong dan Wayang Potehi

    UNTUK menyambut pembebasan Nie Hoe Kong, seorang Kapitan Cina di Batavia, dari pembuangan di Makassar pada 1743, sebuah pesta khusus digelar. Pertunjukan orkes gambang ikut memeriahkan suasana.

  • Menyongsong Wajah Baru Museum Nasional Indonesia dan Pameran Repatriasi

    MUSIBAH kebakaran yang melanda Museum Nasional Indonesia (MNI) pada 16 September 2023 jadi sebuah pil pahit yang patut diambil hikmahnya dan dijadikan pelajaran. Setelah setahun berbenah, kini museum yang familiar disebut “Museum Gajah” itu resmi dibuka kembali.

bottom of page