top of page

Surat Hatta kepada Johannes Eduard Post 1

Dua tahun berlalu sejak Mohamad Hatta memulai masa pengasingannya di Banda Neira. Guna mengisi hari-harinya, setiap sore ia memberikan pelajaran tambahan kepada anak-anak setempat dan beberapa siswa dari luar pulau.


Sebagai orang buangan, tentu Hatta tak dapat bebas kemana-mana. Dan untuk kebutuhan mengajarnya, ia memerlukan buku-buku penunjang. Ia pun mulai membuka kembali jejaringnya yang tinggal di Eropa, guna mencari bantuan pengiriman buku-buku.


“Apakah anda bisa memberi beberapa judul dari buku-buku untuk anak lelaki, misalnya untuk anak lelaki sekitar umur 15-16? Saya ingin merekomendasikan kepada dokter Tjipto untuk keponakan dia yang diajar oleh Sjahrir dan saya. Anak itu tidak punya apapun untuk membaca,” tulis Hatta dalam suratnya yang bertitimangsa 22 Februari 1938, kepada kenalannya yang bernama Johannes Eduard Post.


Bukan hanya buku penunjang belajar bagi anak-anak remaja, Hatta pun mengajar siswa-siswa dari Banda yang berumur dibawah 10 tahun, serta siswi perempuan. Ia ingin, buku-buku yang ia gunakan sesuai dengan usia siswanya.


“Selain itu saya mau minta judul buku-buku untuk anak-anak di bawah umur 10 dan untuk perempuan-perempuan antara 15 dan 20 tahun,” ujar Hatta kepada Post.

Memang, Hatta tak dapat hidup dengan buku. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Banda Neira, ia membawa serta berpeti-peti bukunya yang dibawa dari Boven, Digul.*

Terjemahan:

Neira, 22 Februari 1938


Sahabat Post yang terhormat,


Sudah sekian lama saya tidak menulis surat kepada Anda. Bagaimana kabar Anda sementara ini? Anda ingat bahwa saya menulis surat kepada ibu Roland Holst. Saya sangat senang menerima jawaban dia; sepucuk surat tulisan tangan. Tulisan dia masih bisa dibaca. Dia menulis bahwa dia sedang mengalami masa pemulihan. Surat itu bertanggal 30 November 1937. Sekarang sudah berapa bulan lewat. Bagaimana keadaannya sekarang?


Anda pasti kenal dengan bapak tua Le Febvre, mantan residen dari pesisir Barat Sumatera. Sudah lama saya tidak menerima kabar dari dia. Apakah dia berada di Belanda sekarang? Dia antara sedikit teman yang masih berkorespodensi bersama saya. Sekarang saya akan merepotkan Anda untuk beberapa hal. Apakah Anda bisa memberi beberapa judul dari buku-buku untuk anak lelaki, misalnya untuk anak lelaki sekitar umur 15-16? Saya ingin merekomendasikan kepada dokter Tjipto untuk keponakan dia yang diajar oleh Sjahrir dan saya. Anak itu tidak punya apapun untuk membaca. Selain itu saya mau minta judul buku-buku untuk anak-anak di bawah umur 10 dan untuk perempuan-perempuan antara 15 dan 20 tahun.


Dan ada yang lain. Apakah Anda atau salah satu teman memiliki buku “Sosiologi” oleh Eisler, terbitan Wereldbibliotheek (Dr. Rudolf Eisler “Sociologie”, penerbit Wereldbibliotheek Amsterdam awal abad 20 - Penerjemah), saya sangat bersedia untuk menerimanya. Saya membutuhkan buku itu untuk mempersiapkan pelajaran tertulis buat kamerad-kamerad saya di Boven Digoel. Kemudian hari saya sendiri akan mengirim buku itu ke sana. Saya pernah memiliki satu eksemplar buku itu. Sebelum penahanan saya di tahun 1934, kenalan saya pinjam buku itu dan sampai sekarang dia tidak kembalikannya. Di pasar tidak ada yang jual lagi. Mungkin karena itu, kenalan yang saya sebut, tidak mau kembalikan. Mungkin dia berpikir bahwa dia lebih butuh buku itu daripada saya. Saya telah minta untuk mencari di toko antikuariat, tetapi juga buku bekas itu tidak dapat dibeli. Saya tidak mengerti kenapa penerbit Wereldbibliotheek tidak cetak ulang buku itu. Seandainya Anda menemukan buku “De held en de Schare” karya ibu Roland Holst ,itu juga saya bersedia menerima. Terima kasih banyak sebelumnya.


Apakah kadang-kadang Anda bertemu dengan Fimmen? Dia begitu sibuk sehingga lama sekali dia tidak menulis surat kepada saya. Surat terakhir dia, saya terima empatbelas bulan yang lalu. Dalam waktu selang di antara itu saya sudah menulis surat buatnya beberapa kali. Seandainya Anda bertemu dengannya, saya minta sesauatu yang tak lazim dari Anda. Dia janji untuk kirim perangko dari masing-masing negara. Untuk mengumpulnya, itu tidak terlalu repot buat dia, karena dia menerima begitu banyak surat dari masing-masing negara/luar negeri setiap hari. Apakah Anda bisa mengingatkan dia? Dulu saya menerima banyak dari dia. Tetapi sebagai Oom dengan begitu banyak keponakan, itu tidak jadi cukup buat saya. Saat saya membagikan beberapa, mereka senang dengannya, yang lain juga menuntut haknya. Saya sendiri tidak begitu menyukai. Tetapi sejak saya mulai dengan berbagi perangko, agak sukar untuk melepaskan kebiasan itu. Begitulah kiranya seseorang bisa membuat banyak persoalan buat dirinya sendiri.


Selain dari itu, saya, kabar saya bisa dibilang lumayan baik. Saya senang dengan perkerjaan rohani. Lebih dari itu, orang tidak bisa harapkan apa-apa dari saya.


Selamat dan salam hangat,

Hatta

bottom of page