top of page

12 Sepatu Bola yang Hilang

Meski sekarang tak terlihat lagi, sepatu-sepatu ini dulu mewarnai lapangan sepakbola di berbagai tempat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para bintang lapangan hijau dengan sepatu-sepatu mereka yang kini tak terlihat lagi.

15 Sep 2017
9 menit membaca

Diperbarui: 2 hari yang lalu

SEBAGAI cabang olahraga paling populer, sepakbola menjadi bahan obrolan orang di berbagai tempat, mulai televisi hingga warung kopi. Tak hanya jadwal plus hasil pertandingan dan para bintang lapangan, beragam hal lain seputar sepakbola juga menjadi “sorotan”.


Sepatu bola tak ketinggalan, menjadi bahan obrolan di banyak tempat meski tak diobrolkan seluas topik obrolan seputar pemain. Sama seperti permainan dan para pemain sepakbola, sepatu bola juga terus mengalami kompetisi, evolusi, regenerasi.


Meski sekarang praktis hanya Adidas, Nike, dan Puma yang mendominasi lapangan-lapangan, merek lain macam Asics, Diadora, Lotto, atau Mizuno tetap masih mewarnai berbagai pertandingan yang ada. Realitasnya agak berbeda dari masa lalu, ketika bisnis sepakbola belum sekuat sekarang. Merek-merek kecil macam Admiral, Cheetah Sport, Kronos, Penalty, Pony, Topper, atau Quassar di masa lalu ikut meramaikan pasar bisnis sepatu bola. Meski Adidas dan Puma sudah besar kala itu, merek-merek kecil tetap mendapat tempat dan bahkan bintang pemakai.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
transparant.png
bottom of page