top of page

Adidas dan Kemenangan Jerman Barat di Piala Dunia 1954

Selain keahlian pemain, sepatu juga turut berperan dalam pertandingan sepakbola. Adi Dassler membuktikannya dalam final Piala Dunia 1954.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Max Morlock mencetak gol pertama untuk Jerman Barat di final Piala Dunia 1954 di Swiss. (Repro Golden Kicks The Shoes that Changed Sport).

22 Nov 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Jun

HUJAN deras mengguyur Stadion Wankdorf, Bern, Swiss, saat final Piala Dunia 1954 yang mempertemukan tim sepakbola Jerman Barat dengan Hungaria berlangsung di awal bulan Juli. Pertandingan itu tak hanya memberi kenangan manis untuk Jerman Barat karena berhasil meraih gelar juara Piala Dunia untuk pertama kalinya, tetapi juga bagi Adolf “Adi” Dassler, pembuat sepatu asal Jerman yang merupakan orang di balik Adidas.


Menurut Jason Coles dalam Golden Kicks The Shoes that Changed Sport, di atas kertas, Hungaria yang menjadi salah satu tim favorit dan digadang-gadang akan menjadi juara Piala Dunia 1954, dapat dengan mudah mengalahkan tim sepakbola Jerman Barat yang baru saja diizinkan kembali berkompetisi dalam kancah internasional setelah Perang Dunia II. Namun, ada dua hal yang tampaknya tak begitu diperhitungkan Hungaria di pertandingan final tersebut, yakni cuaca dan Adi Dassler.


Tim sepakbola Hungaria tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol sejak babak pertama dimulai. Namun, tim sepakbola Jerman Barat tak ingin menyerah dengan mudah. Sempat tertinggal 0-2 dari Hungaria, tim asuhan Sepp Herberger itu mampu menyeimbangkan kedudukan menjadi 2-2 sebelum akhir babak pertama. Momen tak terlupakan terjadi saat hujan deras mengguyur Bern, Swiss, hingga menyebabkan Stadion Wankdorf berubah menjadi kubangan lumpur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Peringatan Presiden Soeharto akan menggebuk politisi sampai jenderal tercetus dari atas pesawat. Bikin geger begitu mendarat.
Peringatan Presiden Soeharto akan menggebuk politisi sampai jenderal tercetus dari atas pesawat. Bikin geger begitu mendarat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
transparant.png
bottom of page