top of page

Masalah Sepatu Gagalkan Keikutsertaan India di Piala Dunia

Berkesempatan jadi wakil Asia kedua di Piala Dunia setelah Hindia Belanda, India ditolak keikutsertaannya gara-gara masalah sepele.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayoritas pemain timnas India tak bersepatu saat tampil di Olimpiade 1948. (Western India Football Association).

7 Des 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Jun

BAGI banyak negara, jangankan membawa pulang trofi Piala Dunia, bisa tampil di ajang empat tahunan sepakbola itu saja merupakan impian. Gengsi Piala Dunia yang mengalahkan Olimpiade itulah yang membuat mereka rela saling “bunuh” untuk bisa tampil di dalamnya.


Namun, hal itu tak berlaku bagi India. Tak lama setelah merdeka dari Inggris pada 1947, timnas India berhasil memukau di Olimpiade London 1948. Timnas India akhirnya memang kalah 1-2 dari Prancis, tapi permainan yang mereka tampilkan membuat banyak pihak memujinya.


“India bisa mencetak lebih banyak peluang gol [ketimbang Prancis]. Setelah pertandingan usai, ratusan penonton memberi ucapan selamat atas tindakan sportif mereka di lapangan dan menyesal bahwa tim yang tampil lebih baik harus kalah,” kutip Paul Dimeo dan James Mills dalam Soccer in South Asia: Empire, Nation, Diaspora.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
transparant.png
bottom of page