top of page

Abdoel Kaffar Ingin Papua dan Timor Masuk Indonesia

Abdoel Kaffar, bekas perwira Barisan Madura, bersama Moh. Yamin ingin Papua dan Timor masuk Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Abdoel Kaffar (Poster profil anggota BPUPKI, Museum Nasional)

13 Feb 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 14 Mar

Sejak zaman pendudukan Jepang, Bung Hatta sudah tidak setuju Papua dan Timor masuk ke dalam negara yang hendak didirikan di bekas wilayah Hindia Belanda. Dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Hatta meminta batas-batas wilayah Indonesia.


“Waktu itu saya katakan bahwa saya tidak minta lebih daripada daerah Indonesia yang dulu dijajah oleh Hindia Belanda,” kata Hatta dalam sidang tanggal 11 Juli 1945.


Jadi, Hatta tak setuju dengan Mr. Mohamad Yamin dan Raden Abdoel Kaffar. Yamin ingin daerah seperti Timor, Sarawak, dan Papua masuk ke dalam wilayah Indonesia dan Kaffar menyetujuinya. Sebelum Jepang datang, Sarawak adalah milik Inggris, sedangkan Timor milik Portugal dan sebagian Papua juga dimiliki Inggris. Menurut Hatta, lebih baik Papua merdeka sendiri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
transparant.png
bottom of page