Diperbarui: 2 Agu
SETELAH mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri dalam kabinet Sukiman (April 1951 - Februari 1952), Ahmad Subardjo ditugaskan mengunjungi negara-negara di Timur Tengah oleh pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk sebuah misi persahabatan. Pada waktu itu pemerintah RI ingin menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada negara-negara Timur Tengah atas dukungan moral yang mereka berikan kepada Indonesia selama masa Perang Kemerdekaan (1945-1949).
Subardjo memulai perjalanannya ke Timur Tengah pada September 1952. Dia didampingi seorang pegawai senior di Kementerian Luar Negeri, Utaryo Suryamihardja. Ketika itu negara pertama yang dikunjungi adalah Mesir. Sebagai salah satu negara yang paling pertama mengakui kedaulatan Indonesia, Mesir menjadi negara utama dalam misi persahabatan tersebut.
Dari Mesir, Ahmad Subardjo melanjutkan kunjungannya ke Turki, Arab Saudi, dan Syria. Menurut rencana, negara selanjutnya yang akan dikunjungi perwakilan Indonesia tersebut adalah Yordania. Diceritakan Subardjo dalam otobiografinya, Kesadaran Nasional: Sebuah Otobiografi, tidak ada hal istimewa menyangkut hubungan antara negara itu dengan Indonesia yang mendorong kunjungannya ke sana, kecuali fakta bahwa keduanya sama-sama negara Islam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















