top of page

Ketika Ahmad Subardjo Berkunjung ke Uni Soviet

Kesempatan menghadiri perayaan ulang tahun ke-10 Uni Soviet membuka mata Ahmad Subardjo tentang keadaan politik di negara Beruang Merah itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Subardjo saat pengambilan sumpah anggota DPA tahun 1962 (Perpustakaan Nasional RI)

27 Mar 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 2 Agu

BERLIN, Oktober 1927. Sepucuk surat yang cukup lama dinanti tiba di kediaman Ahmad Subardjo. Isinya undangan dari pemerintah Uni Soviet untuk Perhimpunan Indonesia (PI) di Negeri Belanda. Negara komunis tersebut akan mengadakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 pada bulan selanjutnya, dan PI diminta mengirimkan perwakilan ke sana.


Selain PI, wakil dari organisasi-organisasi yang berpartisipasi dalam Kongres Anti-Imperialisme di Brussel tahun 1927 juga turut diundang. Pemimpin-pemimpin gerakan kemerdekaan, serta tokoh-tokoh terkemuka dari seluruh belahan dunia pun akan menghadiri perayaan tersebut. PI sendiri diwakili oleh Ahmad Subardjo. Hal itu terjadi karena Mohammad Hatta sebagai ketua perhimpunan sedang dalam proses pengadilan atas berbagai tuduhan di Belanda.


“Saya akan menjadi tamu pemerintah tersebut sebagai wakil Perhimpunan Indonesia, bahkan saya dapat memilih anggota lain dari Perhimpunan Indonesia sebagai teman,” kata Subardjo, sebagaimana diceritakan dalam otobiografinya, Kesadaran Nasional: Sebuah Otobiografi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Presiden Jokowi menjadi tamu kehormatan Republic Day India. Mengikuti jejak SBY dan Sukarno.
Presiden Jokowi menjadi tamu kehormatan Republic Day India. Mengikuti jejak SBY dan Sukarno.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
transparant.png
bottom of page