top of page

Koneksi India Ahmad Subardjo

Jauh sebelum menjadi menteri luar negeri Republik Indonesia, Subardjo membangun jaringan anti imperialisme dengan orang-orang India di Jerman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Subardjo dan Jenderal Naguib dari Mesir tahun 1952. (Repro Kesadaran Nasional: Sebuah Otobiografi).

  • 11 Des 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 2 Agu

AWAL tahun 1927, kongres antikolonial berlangsung di Burssel, Belgia. Sebanyak 21 negara dari 5 benua mengirimkan utusannya, baik resmi atau pun sekadar mengirimkan aktivis perkumpulan yang aktif menentang imperialisme. Utusan dari Indonesia juga turut hadir, dengan Bung Hatta sebagai ketua rombongan. Bersama empat orang lainnya, Bung Hatta duduk sebagai perwakilan Perhimpunan Indonesia.


Kongres yang berlangsung dari tanggal 10-15 Februari 1927 di Istana Egmont tersebut membahas masalah-masalah kolonial dari berbagai sisi. Para utusan juga mengemukakan kondisi di negaranya masing-masing, dan dampak yang ditimbulkan kolonialisme terhadap kehidupan masyarakat di tanah airnya. Di akhir rapat, kongres membentuk “League against Imperialism and for National Independence” dengan sekretariat tetap di Berlin, Jerman.


“Karena saya menaruh perhatian mengenai perkembangan dari kongres ini, yang saya anggap sangat penting dalam sejarah dunia, saya mengambil keputusan untuk mengamati kegiatan sekretariat tersebut dari dekat,” kata Ahmad Subardjo dalam Kesadaran Nasional: Sebuah Otobiografi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah Indonesia merdeka, Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai menteri luar negeri pertama. Sepanjang hidupnya berkutat dengan urusan diplomasi dan hubungan luar negeri.
bg-gray.jpg
Memperingati Krakatau bukan semata-mata mengenang 1883. Kita perlu membaca kembali lanskap yang masih hidup.
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
Superhero perempuan tangguh dari semesta Marvel. Membawa agenda pemberdayaan perempuan.
Superhero perempuan tangguh dari semesta Marvel. Membawa agenda pemberdayaan perempuan.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Saat polisi tak sanggup meredam kerusuhan, tentara pun dikerahkan, maka lahirlah tragedi berdarah di Tanjung Priok.  Cerita kelam aparat keamanan  di era rezim Soeharto.
Saat polisi tak sanggup meredam kerusuhan, tentara pun dikerahkan, maka lahirlah tragedi berdarah di Tanjung Priok. Cerita kelam aparat keamanan di era rezim Soeharto.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
transparant.png
bottom of page