top of page

Akal-akalan Kopral Kemis Kelabui TRI

Tentara dan pejuang Indonesia hampir saja mendapatkan banyak senjata dan amunisi di Bogor. Tapi digagalkan Kopral Kemis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Batalyon Andjing NICA. Banyak serdadu NICA berasal dari pribumi, seperti Kopral Kemis. (Nationaal Archief).

  • 24 Apr 2025
  • 3 menit membaca

PERANG antara balatentara Jepang melawan KNIL akhirnya pecah pada awal 1942. Balatentara Jepang tampil sebagai pemenangnya. Para serdadu KNIL yang pribumi pun menanggung akibatnya. Kopral Kemis salah satunya. Setelah KNIL kalah dan bubar, Kemis kembali ke kampungnya. Dia menjalani hidup yang sulit di zaman pendudukan Jepang.


Namun setelah Jepang kalah perang pada 1945 pun, hidup Kemis masih tetap “Senin-Kamis”. Indonesia merdeka yang menyusul kekalahan Jepang menguatkan kebencian terhadap Belanda. Kemis mengalami kesulitan lagi karena dirinya pernah bergabung dengan KNIL yang menjadi alat penindasan penguasa Hindia Belanda terhadap pribumi.


“Orang-orang di kampung saya tidak lagi menerima hal itu. Di sana keadaannya makin sulit, sampai akhirnya saya tidak dapat tinggal di sana lagi,” aku Kemis bin Panus dalam koran Het Parool, 28 April 1990.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
transparant.png
bottom of page