Diperbarui: 4 hari yang lalu
SETELAH lebih dari 10 tahun dari kunjungan pertamanya, fotografer-jurnalis Margaret Bourke-White kembali mendapat kesempatan meliput ke Jerman pada awal 1945. Pada kunjungan pertamanya, tahun 1932, Margaret yang masih bekerja untuk Majalah Fortune mendapati keadaan Jerman mengkhawatirkan. Jerman yang saat itu dilarang memiliki militer dalam jumlah besar oleh Perjanjian Versailles usai Perang Dunia I, justru getol melakukan pelatihan militer dan sedang diwabahi Naziisme.
“Dia tinggal di Jerman cukup lama untuk memotret pasukan Jerman yang sedang berlatih dengan peralatan tiruan, seperti senapan kayu. Saat itu, Jerman dilarang memiliki tentara yang besar dan menimbun persenjataan,” tulis Emily Keller dalam biografi Margaret berjudul Margaret Bourke-White: A Photographer’s Life.
Maka ketika mendapat kesempatan kedua mengunjungi Jerman, Margaret bersemangat. Dia berangkat pada Maret 1945, ketika negeri itu telah berada di jurang kekalahan dalam Perang Dunia II. Sebagai fotografer-koresponden AD Amerika Serikat, Margaret bertugas mendokumentasikan dan melaporkan keadaan di tempat-tempat yang disinggahinya mengikuti gerak-maju Tentara Ketiga AD AS pimpinan Jenderal George Patton.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












