top of page

Aksi Brutal KNIL di Enrekang

Kapten Andi Abubakar Lambogo tertawan militer Belanda dalam suatu pertempuran di Enrekang. Alih-alih diperlakukan secara baik, dia malah dipenggal dan kepalanya dipertontonkan kepada khalayak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pejuang Sulawesi Selatan yang ditangkap militer Belanda. (Arsip Nasional Belanda).

5 Okt 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

HARI-hari ini Ricky Lambogo merasa senang sekaligus getir. Terhadap keputusan Pengadilan Sipil Den Haag pada 30 September 2020 yang mewajibkan Pemerintah Kerajaan Belanda untuk minta maaf kepada ayahnya Malik Abubakar (78), dia merasa bersyukur.


"Sebagai manusia tentunya kami akan memaafkan," ungkap salah satu cucu tokoh pejuang Sulawesi Selatan, Kapten Andi Abubakar Lambogo itu.


Namun, pembayaran ganti rugi sebesar €874.80 (sekira Rp15.000.000) yang mengiringi permohonan maaf itu sungguh membuat Ricky merasa getir sekaligus bertanya-tanya. Pikirnya, bagaimana bisa kematian tragis sang kakek di tangan militer Belanda pada 1947 dihargai dengan uang sejumlah tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page