- 30 Apr 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 11 Jun
BERITA kegagalan kelompok David Alfaro Siqueiros, muralis terkemuka Meksiko, membunuh Leon Trotsky sampai ke telinga Joseph Stalin. Pemimpin Uni Soviet itu geram saat tahu tokoh revolusi Bolshevik yang lahir dengan nama Lev Davidovich Bronstein tersebut selamat dari serangan pada Mei 1940.
Sejarawan Rusia Dmitri Volkogonov dalam Trotsky: The Eternal Revolutionary menulis bahwa Stalin mendesak Lavrenti Beria, polisi rahasia yang pernah memimpin Komisariat Rakyat untuk Urusan Dalam Negeri Uni Soviet (NKVD), untuk melanjutkan operasi menyingkirkan Trotsky. Yang mendapat tugas menjalankan operasi tersebut adalah Naum Isakovich Eitingon atau Leonid Eitingon. Baik Beria maupun Eitingon tahu betul bahwa operasi kali ini tidak boleh ada kesalahan.
“Yang dipertaruhkan bukan hanya nyawa orang yang bersembunyi di Meksiko, tetapi nyawa Eitingon dan keluarganya. Ia harus menemukan cara untuk menyusupkan anak buahnya ke dalam rumah Trotsky, karena sejak percobaan pembunuhan di bulan Mei, Trotsky telah menghentikan kebiasaannya melakukan perjalanan ke bukit-bukit untuk mencari kaktus,” tulis Volkogonov.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















