top of page

Alasan Sarwo Edhie Wibowo Memimpin Penumpasan PKI

Sarwo Edhie Wibowo marah karena teman dan pelindungnya, Jenderal TNI Ahmad Yani menjadi korban peristiwa G30S 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sarwo Edhie Wibowo dan Soeharto.

30 Sep 2015
2 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul

PASCA peristiwa Gerakan 30 September 1965, terjadi pembantaian massal terhadap anggota, simpatisan, dan orang-orang yang dituduh PKI. Bahkan, orang-orang yang tidak terkait dengan PKI pun, seperti kaum nasionalis atau Sukarnois, juga menjadi korbannya. Jumlah korban yang diumumkan oleh tim penyelidik Fact Finding Commision, sebanyak 78.000 orang.


Namun, Rum Aly, redaktur mingguan Mahasiswa Indonesia, menyebutkan perkiraan moderat korban sekitar 500.000 jiwa. Perhitungan lain antara satu sampai dua juta. "Tetapi Sarwo Edhie, yang berada di lapangan pasca peristiwa, baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun di Bali, suatu ketika pernah menyebut angka tiga juta jiwa,” tulis Rum Aly dalam Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966.


Mayjen TNI Soeharto, Panglima Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat), menunjuk orang yang tepat untuk memimpin penumpasan PKI: Sarwo Edhie Wibowo, Komandan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat, kini Kopassus). Sebab, salah satu korban G30S adalah Jenderal TNI Ahmad Yani, teman dan pelindungnya di Angkatan Darat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Melesat tinggi hingga jatuh menghujam bumi. Ronaldinho dikenal sebagai bintang sarat magis yang kini apes mendekam di dalam bui.
Melesat tinggi hingga jatuh menghujam bumi. Ronaldinho dikenal sebagai bintang sarat magis yang kini apes mendekam di dalam bui.
Mengelola parkir bukan urusan gampang. Sebelum dikelola Pemda Jakarta, parkir dikelola secara borongan.
Mengelola parkir bukan urusan gampang. Sebelum dikelola Pemda Jakarta, parkir dikelola secara borongan.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Perang Pasifik hingga Pertempuran Surabaya yang diabadikan dalam karya-karya Tony Rafty ditampilkan di Pameran “Two Nations: A Relationship is Born”.
Perang Pasifik hingga Pertempuran Surabaya yang diabadikan dalam karya-karya Tony Rafty ditampilkan di Pameran “Two Nations: A Relationship is Born”.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Menjelang Konferensi Meja Bundar, para perempuan aktivis menghelat permusyawaratan. Hasilnya dikirim ke delegasi Indonesia di KMB.
Menjelang Konferensi Meja Bundar, para perempuan aktivis menghelat permusyawaratan. Hasilnya dikirim ke delegasi Indonesia di KMB.
transparant.png
bottom of page